Rabu, 21 Desember 2011

Hubungan Islam dan Teknologi

ISLAM DAN TEKNOLOGI


Dalam Al-Quran terdapat 750 ayat yang berbicara tentang alam raya ini. Dan ayat-ayat tersebut memerintahkan pada manusia untuk mengetahui alam dan fenomenanya. Surat Al-Jatsiyah ayat 13 mengatakan :
Allah telah menundukkan untuk kamu semua apa yang ada di langit dan di bumi
Semua penundukan ini hanya bisa dicapai bagi orang-orang yang mengetahui hukum-hukum Allah yang telah ditentukan sebagai mana ayat yang artinya:
Segala sesuatu di sisinya memiliki ukuran
Maksudnya segala ciptaan Allah melalui sunnahnya. Setiap manusia memiliki potensi untuk mengetahui hokum dan aturan tentang jagat raya ini, hal ini sebagaiamana Firman Allah yang artinya :
Allah mengajarkan adam nama-nama semuanya
Dari sini manusia harus menyadari bahwa ilmu itu dari Allah dan karenanya, manusia adalah sebagai kholifah.
Al-Quran memerintahkan manusia untuk terus berusaha meningkatkan ilmunya. Hal ini sebagaimana dalam surat Toha ayat 114 :

Berdoalah hai Muhammad, Rabbi zidni ilma

I. Paradigma Ilmu Dalam Wawasan Islam
Obyek sains menurut Al-Quran :
Ada dua obyek ilmu yaitu Al-Quran dan Al-Bayan
Maksud kata Al-Quran adalah bacaan atau tanda-tanda alam ini, sedang kata Al-Bayan adalah alat atau bahasa untuk membaca ala mini.
Allah bersabda dalam surat Fushshilat ayat 53 :
Nanti akan kami perlihatkan pada mereka ayat-ayat kami di cakrawala-cakrawala dan di dalam diri manusia sehingga teranglah bagi mereka suatu kebenaran
Maksud ayat tersebut adalah cakrawala dan diri manusia. Di sisni ada dua kategori ayat yaitu eksternal, yang disimbulkan cakrawala dan yang internal disimbulkan diri manusia.
Jadi gejala alam adalah yang eksternal menjadi obyek ilmu kealaman sedang yang internal merupakan gejala budaya menjadi obyek ilmu-ilmu kemanusiaan.
Diciptakannya dua obyek ilmu itu adalah untuk mengenalkan yang maha benar yaitu,Allah. Dengan demikian tidak bisa dipisahkan antara ilmu dengan Allah.

II. Kanteks Ilmu Menurut Al-Qur’an
Di dunia barat terjadi dikotomi antara fakta dan nilai. Teori ini disebut konsep netralitas ilmu yang berarti terjadi pemisahan antara etika dan ilmu.

Dalam Islam harus terpadu antar ilmu, etika, dan agama. Kita perhatikan firman Allah dalam surat Al-Luqman ayat 20 :
Tidaklah kamu perhatikan, bahwa Allah menundukkkan untukmu apa-apa yang ada di langit dan di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmatnya tang dhahir dan yang batin. Di antar manusia ada yang membantah tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab. Jadi urutan penyebutan Al-Ilmu, Al-Huda, dan Al-Kitab ini menunjukkan integralitas ilmu, etika, dan agama.

III. Dasar-dasar Informatika Dalam Wawasan Islam
1. Hakikat Informasi
Informasi, maklumat atau apa-apa yang diketahui dinamai informasi pasif. Sedang informasi yang aktif disebut kode. Dan kode bisa disebut data.

Kode dan data bagaikan ilmu dan amal. Kode dan data terdapat pemikiran yang berkaitan dan ini disebut algoritma.
Algoritma menentukan pilihan untuk menghasilkan sesuatu yang berupa program. Hasil program adalah berupa informasi yag kemudian menjadi ilmu.

2. Rekayasa Informatika Dalam Pandangan Islam
Proses Informatika dalam suatu computer merupakan hasil rekayasa dengan tujuan tertentu.
Dalam merekayasa harus memakai norma-norma Islam yang tidak boleh bertentangan dengan dalil akli dan berdasarkan Al-Quran dan sunnah nabi. Harus bermanfaat bagi manusia.

IV. Teknologi Informasi Untuk Umat Islam
Masyarakat Islam pada awalnya adalah masyarakat informasi.
Informasi yang diterima dari kumpulan wahyu dari Allah dan kumpulan hadits-hadits nabi.Disamping itu masyarakat Islam juga mengembangkan dan menghimpun informasi-informasi lain dari pada filosof Yunani dan mengembangkannya, sehingga peradaban Islam sangat maju.

Ketika peradaban Islam tumbang, dunia informasi diteruskan oleh barat di masa renaissance di abad 16.
Kini, di abad 20 kita berada di era revolusi teknologi elektronik yang berpuncak pada proses konvergensi, dimana teknologi informasi menyatu dengan telekomunikasi membentuk maha jaringan computer global bernama internet sebagai infrastruktur informasi baru.
Di abad 21 ini umat Islam ditantang untuk membangun masyarakat informasi islam.
V. Menuju Masa Depan Peradaban Islam
Untuk memahami bagaimana peran Islam dalam perdaban masa depan, perlu mengkaji :

1. Struktur peradaban Islam dimana sebagai system informasi
Salah satu dampak dari perkembangan teknologi informasi adalah pergeseran paradigma sains dari pandanngan materialistik menuju pandangan yang lebih holistic atau menyeluruh.

Kesejajaran struktursl antara computer dan system biologi merupakan bagian yang merubah pandangan manusia tentang alam semesta.
Sel-sel hidup kini dapat diibaratkan sebagai pabrik molekuler terkomputer skala nano. Dengan demikian, dalam tubuh setiap oraganisme terdapat jaringan nano computer bak internet bagi tubuh luar manusia yaitu peradaban.

Dari pandangan ini menganggap bahwa alam semesta sebagai system bio-informatik raksasa, di mana hukum-hukum alam dilihat sebagai program-program bagi system-sistem material.
Fisikawan jhon Weeler membuat slogan baru ‘It frim Bit’, tentu saja muncul pertanyaan besar. Kalau alam semesta adalah sebuah computer, siapakah pembuatnya dan siapakah pemrogramnya ? orang atheis menjawab adalah alam itu sendiri dan bagi orang beragama, bahwa itu adalah Allah yang maha kuasa.
Nicolas Wirth, pakar Informatika mengatakan bahwa program berisi struktur data dan algoritma.
Dalam agama Islam, struktur dat itu adalah aqidah dan algoritma itu syari’ahnya.
Dalam paradigma pemograman mutakhir yaitu “object oriented programming” data dan algoritma terpadu dalam modul-modul kecil yang terpadu dalam program “system operasi”.
Program “system operasi” peradaban Islam adalah Ad-Dinul Islam yang merupakan kombinasi terpadu “Aqidah-Syari’ah”.

2. Menuju peradaban Islam : Transformasi Budaya Keagaman.
Dinul-Islam sebagai meta program harus diimplementasikan dalam sebuah proses pengamalan Islam.
Dalam tataran individu, hal itu dilakukan dengan melaksanakan arkanul Islam.
Rukun Islam yang lima tidak hanya mempunyai dimensi vertical hanya membangun individu melainkan punya dimensi horizontal sebagai kerangka dasar bagi kegiatan mu’amalah membangun peradaban Islam.

3. Problema sosial budaya : dampak perkembangan teknologi informatika
Sebagai system saraf peradaban manusia, teknologi kini telah dikembangkan kedua arah. Yaitu ke teknologi yang lebih cerdas sehingga melebihi manusia. Dengan dibuatnya chip yang kapasitasnya menyamai otak manusia.
Di lain pihak, basis datanya super-otak peradaban manusia ini kini juga diperluas sehingga juga meliputi system informasi biologi genetika molekuler dalam tingkat sel-sel manusia.
Human genome project misalnya di abad 21 ini telah berhasil memetakan seluruh DNA dalam gen manusia telah memanfaatkan kemampuan mikroprosessor yang terdistribusi.
Kombinasi dari dua kecenderungan ini dapat diduga akan menimbulkan problem baru dan semua disiplin keilmuan social akan mendapatkan tantangan besar begitu juga para agamawan harus bisa menyesuaikan dengan persoaln-persoalan yang raksasa tersebut.
Untuk menghadapi kemajuan teknologi ini kita harus meletakkan arkanul Islam sebagai kerangka program untuk tazkiyatul madani dan tazkiyatun-nafs

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar